esin consumer


Hidup Sehat dengan Sayuran Organik
Mei 16, 2009, 3:13 am
Filed under: Jurnal, Pengajaran, vigurasri | Tag: , , , ,

Produk organik ialah produk yang pada proses penanaman dan pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia sintetis atau zat-zat berbahaya lainnya  . Misalnya, beras dan sayur organik yang pada proses penanamannya tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimiawi. Kemudian, pada proses selanjutnya juga tidak menggunakan pemutih. Sekarang kan banyak beras yang memakai pemutih, termasuk untuk gula dan tepung. Karena itu, untuk menanam secara organik, pengolahan dalam perkebunan organik juga harus melalui proses pembersihan terlebih dahulu. Terutama, jika sebelumnya perkebunan tersebut telah digunakan untuk menanam secara konvensional yang menggunakan pembasmi hama pestisida dan pupuk yang mengandung unsur kimiawi lain. Dalam dunia perdagangan, suatu produk layak disebut organik jika memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi tertentu.

Budi daya secara alami akan menghasilkan bahan pangan yang kurang menarik dari sisi penampilan, terutama sayuran mempunyai performa yang tidak menarik, banyak yang berlubang, dimakan ulat dan serangga. Namun, jika ditinjau dari kualitas cita rasa, pangan organik lebih baik. Dari sisi cita rasa, bahan pangan organik juga lebih lezat. Sayuran dan buah organik lebih renyah, lebih manis, dan tahan lama. Sedangkan yang bukan organik, kandungan airnya tinggi sehingga rasanya kurang manis dan lebih cepat busuk. Hasil penelitian di IPB Bogor menunjukkan bahwa sayuran dan buah organik, kandungan mineralnya lebih baik dibandingkan bahan pangan yang ditanam secara konvensional. Beberapa penelitian menunjukkan, sayuran seperti kubis, selada, tomat, kandungan mineral, kalsium,fosfor, dan magnesium jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran anorganik.  Seperti tomat organik, kandungan kalsiumnya 23 mg, sedangkan yang bukan hanya 5 mg.

Ada pendapat bahwa untuk mengenali produk organik dengan melihat penampakan daun, buah atau batang tanaman. Bila terdapat lubang atau berulat, menandakan bahwa tanaman tersebut menggunakan hanya sedikit atau tanpa pestisida. Karena biasanya sayuran yang daunnya betul-betul mulus tanpa cela menunjukkan si petani menggunakan pestisida berlebihan. Sebaliknya, sayuran yang daunnya berlubang atau batangnya berulat menandakan petani menggunakan hanya sedikit atau tanpa pestisida. Sayuran organik seperti kacang panjang, buncis dan wortel terasa manis dan renyah, kesegarannya juga lebih tahan lama. Dan, nasi yang berasal dari beras organik beraroma wangi, empuk dan lebih awet. Tetapi fakta di lapangan, budidaya pertanian organik dapat menghasilkan produk yang mulus, tak berlubang, tak berulat bila proses perawatan dan monitoringnya dilakukan dengan baik. Selain itu, produk organik yang dipasarkan tidak hanya produk pertanian segar, tetapi juga terdapat produk olahan dan produk segar dari ternak atau perikanan.

Pola hidup masyarakat sekarang sudah banyak yang mulai beralih ke pangan organik untuk mencapai kesehatan optimal, sebagai tindakan preventif. Konsep pangan organik untuk mencapai hidup sehat mulai disadari oleh masyarakat. Hal tersebut menjadikan gaya hidup berubah, dari makan junk food atau makan sayuran yang terpapar pestisida, pewarna, dan pengawet, beralih ke yang organik, dengan tujuan untuk mencegah penyakit atau preventif. Sebab, setiap zat kimia yang ditambahkan memiliki efek negatif. Jika zat-zat yang berbahaya tersebut terus menerus dikonsumsi, akan menjadi beban yang menumpuk di dalam tubuh seseorang, karena zat-zat tersebut bersifat karsinogen.

Bahaya polusi dan hal-hal yang berbau kimiawi membuat sebagian orang mulai menyadari arti penting pola hidup sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan organik, yakni bahan makanan bebas kimia. Pertanian dan pangan organik adalah pangan yang diproduksi tanpa pupuk kimia atau artifisial dan atau pestisida sintetis. Namun, menggunakan pupuk organik seperti kotoran dan feses ternak, yang dikenal sebagai pupuk kandang serta kompos yang terbuat dari limbah hasil panen pertanian yang telah mengalami fermentasi.

Keorganikan suatu produk organik ditentukan bukan berdasarkan pada produknya, tetapi bagaimana produk tersebut diproses (organically produced). Konsumen sebaiknya tahu, bagaimana proses untuk menghasilkan produk organik yang ia konsumsi dengan berkunjung ke lahan budidaya pertanian organik, sehingga konsumen menjadi yakin dan percaya, bahwa produk tersebut benar-benar organik. Konsep untuk bergerak dibidang pangan organik, sebaiknya diawali untuk mencapai hidup sehat. Setelah menanam secara organik, kemudian merubah gaya konsumsi, dari makan sayuran yang terpapar pestisida, pupuk kimia, dan bahan tambahan kimia lainnya beralih ke produk organik. Bahan kimia dalam tubuh menjadi radikal bebas atau bersifat karsinogen, yakni penyebab dari penyakit kanker.

Memanfaatkan Lahan Pekarangan untuk Bertanam Secara Organik

Bagi masyarakat yang bermukim di perkotaan, khususnya di komplek perumahan, semakin sulit untuk memiliki lahan pekarangan yang luas, yang disebabkan oleh berbagai faktor. Namun demikian tidak berarti kita tidak dapat mengembangkan hobi atau kreativitas kita dibidang cocok tanam. Selain mengelola halaman yang terbatas dengan berbagai jenis tanaman hias/bunga sebagai upaya untuk menjadikan rumah asri dan indah, kita dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal untuk bercocok tanaman yang dapat menunjang kebutuhan keluarga sehari-hari.

Sayuran merupakan salah satu unsur dari makanan sehat yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari karena selain serat yang terkandung didalamnya, juga sayuran banyak mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh manusia. Setiap hari, jika dirumah biasa masak dan mengelola makanan keluarga sendiri (tidak langganan catering atau selalu beli matang diwarung), dapat dipastikan setiap ibu pada setiap rumah senantiasa mengeluarkan anggaran untuk membeli sayuran. Padahal jika kita menanam sendiri sayur-sayuran, paling tidak bisa membantu menghemat anggaran belanja harian, sehingga anggaran belanja sayuran dapat dialihkan untuk menutupi kebutuhan lainnya.

Menanam sayuran dipekarangan tidak selalu harus pada lahan yang luas, lahan sempitpun dapat kita maksimalkan. Jika tidak ada halaman yang masih terbuka karena mungkin saja sudah semua diplester, di paving dsb, menanam sayuran dipekarangan rumah tetap dapat dilakukan. Apabila dirumah memiliki tempat jemuran di lantai 2, itupun dapat digunakan sebagai lahan untuk bercocok tanam sayuran. Bertanam sayuran pada prinsipnya mudah, apalagi secara organik. Penanaman dapat dilakukan pada polybag atau wadah-wadah lain yang sudah tidak dipakai. Tanaman organik mudah dilakukan karena pereawatannya juga mudah, tidak perlu memberikan pupuk kimia sejenis urea dan pestisida kimia lainnya.

Penanaman secara organik cukup menggunakan media campuran pupuk kandang, sekam (basah atau bakar), dan tanah dengan perbandingan 1:1:1. Penyiraman cukup dilakukan sekali pada setiap hari. Hanya saja lokasi yang dipakai sebagai tempat menanam harus terkena sinar matahari langsung. Penanaman untuk keperluan sendiri dapat diatur dan dijadwal sedemikian rupa sehingga ragam jenis sayuran dapat ditanam dan dipanen secara bergiliran. Oleh karena itu penanaman harus memiliki jangka waktu tertentu, begitu pula jumlah atau banyaknya yang ditanam untuk setiap jenis pada setiap kali penanaman.

Menanam Sayuran Secara Organik:

  1. Menyiapkan alat dan bahan.

Alat yang diperlukan untuk bercocok tanam sayuran organik cukup sederhana, yakni sekop/cangkul  atau cetok untuk mengaduk media, tongkat untuk melubangi media, dan alat untuk menyiram.

Bahan yang diperlukan adalah bibit sesuai dengan jenis sayuran yang dikehendaki, dan media yang terdiri dari pupuk kandang atau kompos (yang sudah dihaluskan dan kering), tanah, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1.

  1. Menyiapkan polybag, melubangi pada 2 bagian dari bawah untuk drainase, dan melipat 1/3 bagian atas sehingga berupa tabung, kemudian diisi dengan campuran media sampai penuh.
  2. Menyiram media yang sudah dimasukkan pada polybag sampai jenuh, yakni sampai semua media basah dan air mengalir sampai bawah. Setelah disiram maka media akan turun dan menjadi lebih padat. Sebaiknya media tidak langsung ditanami, istirahatkan selama 1 malam.
  3. Menanami jenis sayuran kangkung, bibit berupa biji dapat langsung ditanam dengan cara melubangi media menggunakan tongkat atau kayu pelubang dengan kedalaman kurang lebih 1 ruas jari. 1 Polybag dapat diisi antara 25 – 30 biji, atau disesuaikan dengan ukuran polybag. Setelah semua lubang terisi biji, kemudian ditutup dengan tanah dengan cara meratakannya. Siram kembali dengan air, dan selanjutnya penyiraman cukup dilakukan sekali dalam sehari. Sebaiknya penyiraman dilakukan pada sore hari.
  4. Untuk menanam jenis sayuran seperti sawi, slada kriting, siong max, kailan, harus disemai terlebih dahulu. Lama penyemaian memerlukan waktu sampai dengan 2 minggu, tergantung jenis yang ditanam dan kualitas bibit yang dipergunakan. Setelah semaian berdaun, maka selanjutnya memindahkan bibit kedalam polybag. Satu polybag diisi dengan sekitar 7 (tujuh) batang bibit dengan jarak yang teratur. Penanaman harus agak dalam sampai daun yang pertama keluar (kepel) terbenam.
  5. Menanam bayam, bibit lebih mudah jika dicampur dengan pasir atau tanah yang halus agar penebaran merata. Gemburkan media cecara kasar, kemudian taburkan bibit bayam secara merata dipermukaan media. Kemudian di aduk kasar dengan jari tangan agar bibit tertutup media.
  6. Selanjutnya adalah perawatan tanaman melalui penyiraman dan pembersihan rumput yang tumbuh pada media tanaman, dan juga membersihkan dari gangguian binatang seperti halnya ulat dan walang, sampai masa panen tiba.
  7. Jika Tanaman sudah dipanen, sebaiknya media digemburkan kembali (didangir) dan diistirahatkan semalam untuk kemudian ditanami kembali.

Selamat mencoba mudah-mudahan bermanfaat !!!


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: